Rabu, Juli 07, 2010

pelajaran tentang musim

Ternyata Tuhan tetap adil.
Sekalipun panas, sekalipun hujan,
Tuhan tau agar semua tetap seimbang.

Kenapa?

Musim kemarau.
Panas tepat pukul dua belas.
Ketika pengendara tak berjeda.
Ketika jalan penuh dengan asap kepulan.
Mobil dan motor bersinggungan,

siapa menang?
tentu kami, pengendara roda dua
Dalam setiap celah,
motor tak akan mau kalah.

Musim penghujan.
Mobil dan motor tetap bersinggungan.
Siapa menang?
tentu bukan kami.
Roda empat merajai.

Kenapa?

Karena mereka tak takut hujan.
Karena mereka berkongsi dengan genangan.
Kami cuma bisa pasrah,
ketika baju kami basah kena semburan.


*ps : euforia abis baca novel si Andrea Hirata jd pengen pake rima kl lg ngmg:P

Rabu, Juni 30, 2010

Luv u mom


Dari sekian banyak hal yang bikin gw pusing saking banyak dan gak kelar2nya,
Ada satu kalimat nyokap yang bikin gw terharu,

"udah, kamu gak usah mikirin bapak ibuk gimana nduk, asal kamu seneng ibuk juga pasti seneng. Kamu fokus dulu ya sama urusan kamu"

wuaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa...
Gw mewek abis nelpon Ibu yang jarang2 banget ditelponin kalau gak ada perlu ini..
Spechless.
makasih ya Buk..
Insya Allah Yanti masih kuat kok :)

pic : yodama.wordpress.com

it's brighter than sunshine..


I never understood before
I never knew what love was for
My heart was broke, my head was sore
What a feeling

Tied up in ancient history
I didnt believe in destiny
I look up you're standing next to me
What a feeling

What a feeling in my soul
Love burns brighter than sunshine
Brighter than sunshine
Let the rain fall, i don't care
I'm yours and suddenly you're mine
Suddenly you're mine
And it's brighter than sunshine

I never saw it happening
I'd given up and given in
I just couldn't take the hurt again
What a feeling

I didn't have the strength to fight
Suddenly you seemed so right
Me and you
What a feeling

What a feeling in my soul
Love burns brighter than sunshine
It's brighter than sunshine
Let the rain fall, I don't care
I'm yours and suddenly you're mine
Suddenly you're mine

It's brighter than the sun
It's brighter than the sun
It's brighter than the sun, sun, shine.

Love will remain a mystery
But give me your hand and you will see
Your heart is keeping time with me

What a feeling in my soul
Love burns brighter than sunshine
It's brighter than sunshine
Let the rain fall, I don't care
I'm yours and suddenly you're mine
Suddenly you're mine

I got a feeling in my soul ...

Inspired by blog with a same name..than i'm goggling about the song that she played.
manis bukan?



songs by : aqualung - it's brighter than sunshine
pics : jeffluker/flicr

Selasa, Juni 29, 2010

heartless?careless?


Mungkin..
topik kali ini agak menyinggung beberapa temen gw.
no offense guys..kadang2 gw sendiri mungkin secara gak sadar gt juga.

Oke.
umhh..gw sebenernya agak2 sedikit gusar.
entah ini perasaan gw pribadi yang berlebihan, atau emang kenyataannya gitu.
Gw ngerasa dengan semakin berkembangnya jaman, kita jadi orang yang semakin..uh, cuek?
Oh baiklah, kadang2 lebih perhatian memang, karena kita lebih cepet dapet berita, jadi kita jadi bisa lebih cepet bereaksi juga. Cuma ada yang mengganjal. Semacem perasaan, ini tulus perhatian atau cuma sekedar pemanis aja sih?
Simpati yang alakadarnya?atau emang seperti itu dianggap biasa?

Entahlah.

Ada beberapa case yang masing2 beda yang bisa gw jadiin contoh.

1. Waktu lagi rame2nya penyerangan israel ke palestina awal2 juni kemaren, kemudian adanya penembakan ke kapal kemanusiaan mavi marmara. kalau gw gak salah (untuk lebih jelasnya bisa goggling aja) Kapal yang berisi obat-obatan, bahan makanan, dan tentu saja tenaga ahli, aktivis, relawan yang datang untuk membantu korban di Gaza.
Hampir semua TV kita ribut menayangkan pemberitaan. Mulai dari pendapat keluarga yang mungkin turut serta dalam pengiriman kapal tersebut, hingga keluarga2 yang mungkin masih punya ikatan saudara dengan para korban di Gaza sendiri.
Tapi ada satu temen gw yang update twitternya agak sedikit mengganjal di perasaan gw, kira2 :
-Hei, itu kayaknya keluarga si A lagi di wawancara di TV B deh karena keluarganya mungkin jadi korban. Harusnya tangannya lambai-lambai ke kamera dong,
-Hahahaha, si A muncul lagi di TV. lucu banget mukanya waktu diwawancara malu-malu gitu.
-wahh mulai famous nih si A muncul lagi.
etc, etc.
Gw biasanya frontal kalo ngritik, cm berhubung ni bocah gw gak terlalu deket, gw gak enak. Takut gw terlalu pedes. Akhirnya gw cuma diem sih..
Trus gw berusaha melupakan kejadian itu.

2. Waktu ada temen deket dari temen gw meninggal. Semua rame2 ngucapin belasungkawa. Ucapan semoga tabah, yang sabar, tetep semangat, dan lain2nya yang bernada simpati. Tapi dari beberapa yang ngucapin, ada yang abis itu kayak lupa aja sebelumnya ngetweet sedih, care, dll. Haha hihi sesukanya, kayak yang sebelumnya gak ada apa2.
yah emang gak ada apa2 sih, tapi apa itu gak malah nyakitin perasaan orang yang bersangkutan? apa gak malah cuma terlihat perhatian2 semu?
Bahkan tepat diatas tweets belasungkawa sebelumnya loh bercanda2nya.

3. Waktu temen gw upload foto ortunya dFb ada yang kemudian mengomentari dengan kalimat yang gak perlu (kalau gak mau dibilang gak patut).
Seperti misalnya : kamu gak mirip ah sm ortu kamu. Coba dicek dl deh. kamu juga gak mirip sm adek2 kamu..wahh jangan2..
Yah, tanggepan2 yang mungkin tampak biasa, tapi sebenernya bikin yang bersangkutan jadi gak nyaman. Dan bereaksi negatif sama yang komen.

Gw gusar, sedemikian parahkah keinginan seseorang untuk jadi yang paling terlihat, paling menonjol, dan paling pertama di jejaring sosial ini?
Atau sebenernya itu hal yang biasa2 aja dan gw yang terlalu berlebihan dalam nanggepin?
ya Tuhan, gw berharap ini cuma perasaan gw.
Kalau bisa memilih, mungkin gw akan lebih memilih untuk gak pernah dikenalkan dengan dunia macam ini. sayangnya gw udah terlanjur masuk. Bisa gak ya keluar?
Entahlah,
gw tiba2 pusing.

pic source : heroic_chic.com

Jumat, Juni 25, 2010

SO DAMN TRUE!!!

Several reason why I ain't a facebook lover anymore...




Actually I just want to reblog this, but I don't know how to do that in blogspot. So I just copied and repost directly from theoatmeal.com
all of the pics are the courtesy of it.
Sounds so sarcastic..but i think some of them are so damn true.
I had no offense to all of u..i still do some of them..

but yeah..
after this, i have to think twice before do sumthin' in my fb's account..
maybe somebody get annoyed.
But its ur right if u have a different argue..
i just..
oh my..
oh my..
hahahaha..


( ps : once again..mind my messy grammar..T_T)

Rabu, Juni 23, 2010

kompetensi.


Tau jabulani dong.
Itu tuh bola yang dipake di world cup 2010.
Katanya sih bolanya terlalu ringan, sampe yang maen susah buat menyesuaikan. Larinya gak bisa diprediksiin. Kualitasnya dianggep sebanding sama bola2 murah yang dijual dipasaran saking ringannya, dan laen2nya lagi gw gak apal.

Hmff,
Terdengar kekanakan bukan?
Tampak seperti bukan pemain pro, yang ketika dia gak bisa maen, bola yang disalahin. Persis sama balita yang jatuh kesandung, trus nyokapnya nyalahin batu yang bikin kesandung.:giggling:

Menurut gw itu lucu.
Kenapa? karena seharusnya sebagai seorang yang kompeten di bidangnya, dia harus lebih siap dengan segala sesuatu yang nantinya akan dia hadapin, dibanding dengan orang yang lebih awam.
Bahasa mudahnya, orang dia jago bola kok, pemaen profesional kok, tiba2 gak bisa maen gara2 bolanya dianggep jelek. Lah yang profesional itu dalam hal apanya?

Orang2 kita lebih lucu lagi lho.
dalam hal pendidikan misalnya,
Orang2 pinter diberikan fasilitas berlebih kalau dibandingkan dengan orang dengan kemampuan biasa2 aja. Orang2 yang dianggap superior, IQ tinggi, dibuatkan kelas khusus, akselerasilah, immersi, apalah itu semua. Guru2 juga dibedain, harus punya standar khusus, kualifikasi tersendiri buat ngajar. Kemudian fasilitas sekolah juga gak kalah mewah. Ruangan kelas dingin, dengan audio lengkap, dan peralatan yang jauh diatas kelas reguler.
Lah gimana yang kelas reguler bisa nyusul mereka2 yang masuk kelas khusus itu? Dari segi fasilitas aja gap-nya njomplang gt. Dengan dosis sama aja blom tentu bisa ngejar, apalagi dengan perbedaan strata fasilitas macem begitu.

OK, sayangnya intinya bukan disitu.
Yang gw maksud adalah, kompetensi seseorang.
Ketika seseorang dianggap berkompeten, jangan buru2 percaya. Kita lihat dulu parameter yang dipakai untuk mengukur kemampuannya. Kemudian bagaimana cara dia mencapai nilai itu.
Buat gw, orang yang punya kemampuan lebih itu, orang yang selain punya keahlian juga harus punya ketahanan diluar zona aman.
Kalau kita cuma jago dalam suatu hal, tapi harus dengan kondisi2 tertentu sesuai yang kita pengen , ahh itu mah biasa. Jago kandang namanya.
Kalau mau dianggep lebih, ya harus bisa nyesuain dengan semua faktor X yang emang gak bisa diprediksiin.
Macem si Jabulani tadi..Kalo bolanya susah, ya latihan biar gak jadi susah..bukan nyalahin bolanya.
Atau kalau mau banding2in kelas imersi sama reguler, ya coba kasih fasilitas yang sama dulu, baru kemudian diadu. Bukan dikasih pembatas yang semakin memperjelas perbedaannya.
Aneh bin lucu.

Maka dari itu menurut gw lagi,
kalau pengen dianggap orang yang kompeten, jangan pernah cuma lari di tempat. Jangan pula cuma jadi jago kandang.
Kita gak pernah bisa tau apa yang ada di depan kita. Apa yang nantinya bakal jadi batu sandungan kita dalam melangkah.
Harus siap ngadepin segala sesuatunya. Sekalipun itu hal yang mustahil buat diprediksikan. Factor x yang selalu jauh dari jangkauan, jadikan itu sebagai tantangan.
Kita cuma harus sedikit lebih berusaha dibanding dengan orang lain.
Orang yang menang juara satu lomba lari itu cuma beda sepersekian detik dengan juara duanya. Coba yang juara dua berusaha sedikit lebih baik daripada si juara satu, bisa jadi dia yang menang bukan?

ahh gw berasa pidato sm diri sendiri nih..
Semangat yukk!!!

pic sources : prayerandhope.wordpress.com

Grudug sapen.


Grudug sapen itu istilah jawa.
gw agak2 lupa kalimat pas buat ngartiinnya apaan. latah mungkin? Yang jelas ini istilah paling pas buat fenomena yang sering ada di masyarakat kita.
Pada suka gerudug kesana, gerudug kesini.
Semua lomba2 jadi yang paling vokal, paling disorot.
Apapun pendapatnya, yang penting ngomong dulu dan direkam media.
gak peduli apakah orang yang mereka bully kuat atau nggak ngadepinnya. Dan gak pernah berpikir dua kali, gimana seandainya hal itu kejadian sama diri mereka sendiri.

maka ingat2lah kembali tentang kasus lapindo, yang kemudian ilang gitu aja ditutup sama drama century, nerus ke cerita om gayus, dan terakhir bahkan kasus video porno yang kabarnya serialnya lagi dinanti2in.
Semuanya penuh dengan publikasi berlebihan. Dari orang yang merasa penting buat komentar, sampe orang yang ngerasa paling bersih, padahal mereka2 ini dulunya juga pernah tersangkut kasus serupa.
Dan yang paling disayangkan dari semuanya, fokusnya mulai keluar dari duduk perkara yang dipermasalahkan. Orang2 yang muncul juga kebanyakan orang2 yang memang bermaksud mendapatkan secuil popularitas tambahan dengan niat2 tersembunyi.
Ada yang lagi nyalon jadi ketua apalah, ada yang emang lagi gak laku, ada yang biar tambah laku.
Yang jelas semua mau jadi nomor satu.

Pertanyaannya bisa gak kita keluar dari budaya latah ini?
Mungkin hal2 kayak gini juga yang bikin orang yang sebenernya punya kemampuan untuk membela dan menyuarakan pendapat jadi apatis.
Orang terlanjur tidak terbiasa dengan perbedaan.
Semua dianggap harus sependapat, kemudian menyingkirkan orang yang dianggap berbeda.
Hal yang tadinya sebenernya masalah kecil dan wajar untuk berbeda, tiba2 menjadi sesuatu yang besar dan kita semua harus sama.

Mungkin kelompok2 minoritas ini bersuara, tapi kebanyakan cuma diantara sesama komunitasnya aja.
gak ada yang benar2 berani untuk tampil menyuarakan perbedaan pendapatnya.
Sayang.
Padahal udah susah2 kita dari kecil diajarkan tentang perbedaan pendapat, (selain memang diajarkan pula tentang musyawarah mufakat)
Apakah memang benar2 tidak lagi ada ruang untuk kita yang berbeda walaupun punya tujuan sama?

one missed call.

ada satu missed call di HP gw dari nomor gak dikenal.
Ngeliat history callnya dari nomor rumah, gw langsung buru2 telpon balik.
Cowok gw langsung bereaksi negatif dengan pasang muka cemberut trus ngomong : 'kamu gak harus nelpon balik setiap ada telpon masuk ke kamu yang gak sengaja gak kamu angkat kan..

emhh..
iyaya..
gw jadi mikir2 lagi.
Jaman dulu gw mana peduli kalau ada nomor gak dikenal gini yang hub gw.
Dihh..orang dia yang nelpon, berarti dia yang butuh dong. tar jg kalo masih butuh nelpon lagi. haha, songong banget ya gw. Yah masalahnya jaman dulu nomor HP gw semacem jauh lebih eksis dibanding gw sendiri. Ingetlah cerita gw tentang balada no. HP disini. Makanya gw juga suka gak terlalu merhatiin nomor2 aneh yang masuk ke HP gw.
Palingan kalo dia penting sms buat kasih tau ada apa.

Tapi sekarang kayaknya prioritasnya udah berubah. Selaen gw udah ganti nomor, gw juga cuma kasih nomor gw ke orang2 yang bener2 butuh buat hubungin gw. Diluar itu kebanyakan gw lebih milih orang hubungin gw lewat chatting yg free..*ketauan gak modal*
Nah karena itu juga, ketika ada nomor telpon asing ke HP gw, gw selalu ngerasa pasti ini penting. Ditambah beberapa waktu ini emang gw lagi banyak order barang online yang nyantumin no HP, sama yahh kayak ky yg lo tau gw lagi sibuk pesen sana-sini buat persiapan pernikahan gw.
jadi ketika ada missed called di HP gw, apalagi nomornya no. rumah, gw biasanya telpon balik.

Gw baru sadar. ternyata prioritas itu gampang banget bergeser ya.
Apa yang tadinya gw anggep penting banget, bisa tiba2 bukan hal besar..tapi apa yang tadinya gw gak peduliin, ternyata jadi hal yang paling berpengaruh dalam hidup gw..
Jadi intinya, jangan terlalu sering menasbihkan sesuatu itu harus begini, sesuatu itu harus begitu.
Suatu saat..segala sesuatu pasti berubah..
Selalu ada penyesuaian..
Jadi jangan kaget.
manusia pasti berubah, yang gak pernah berubah itu justru perubahan itu sendiri.

Eh, tapi ngomong2 miss called yang gw telpon balik itu ternyata telpon iklan yang nawarin gw paket summer fun :hammer:
*terbukti gak semua yang sekarang gw anggep penting , itu penting2 banget :plak: