Hari ini berkali-kali membaca blog sahabat-sahabat saya tentang betapa terpukulnya mereka gak bisa tembus DIV.
Dan saya disini..hanya bisa merutuki diri saya sendiri..
Betapa saya begitu egois dan sempat tidak berpikir sampai sejauh itu untuk memperhatikan teman-teman saya.
Yang ada di pikiran saya waktu itu,
yahh kenapa yaa gue gak nyobain DIV juga, jadi bisa ikut ngrasain euforia mereka waktu pengumuman.
Yahh kok pada ga tembus, kan gue pengen kumpul-kumpul bareng, maen bareng.
dan yah-yah lainnya yang intinya saya cuma berpikir tentang kerugian-kerugian di pihak saya.
Dan saya baru tersadar..
dari berbagai hal remeh temeh yang sempat terpikir, entah kenapa saya tidak memikirkan bagaimana lebih sakit hatinya mereka yang begitu berharap bisa keterima. Bisa pindah. Bisa keluar dari kerjaan mereka. Dan setidaknya ada harapan mengenai tempat baru setelah penempatan ulang nanti.
Mereka yang menginginkan ini dengan teramat sangat. Memimpikan hal ini sebagai jalan keluar dan perwujudan harapan-harapan mereka.
Yang tumbang begitu saja setelah pengumuman itu keluar.
Maaf ya teman-temanku sayang..
sekalipun gue tau, berapa kalipun kalimat simpati diucapkan, prasaan kecewa itu masih akan tetap ada.. tapi seharusnya gue ada disamping kalian waktu itu.
seharusnya gue ada di posisi yang lebih bisa ngehibur kalian.
bahkan sampai sekarangpun saya hanya sanggup mengucapkan penghiburan lewat blog ini. Susah sekali buat mengucapkan kalimat simpati ini secara langsung.
sini2 pelukin satu-satu..
kita jalan2 aja yukk :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar