Jumat, Agustus 05, 2011

Kusut

Pemilu berikutnya masih 2014..
tapi bendera2 partai sudah bertebaran di sepanjang jalan.
Belum lagi baliho berisi tokoh-tokoh ormas, perwakilan DPD dan DPRD yang ikut meramaikan suasana jalan.
Kota ini semakin terlihat seperti tempelan2 perca dan kertas.
Dimana ada lahan kosong dipinggir jalan, disitu tiang bendera dipancangkan.
Tanpa pernah peduli dengan para pengguna jalan yang langsung atau tidak berkurang hak guna jalannya.

Prihatin.
Satu kata yang begitu familiar di otak kita karena terus menerus dilafalkan si Bapak.
Dan memang itu adanya.
Kita memang harus prihatin dengan kampanye-kampanye aneh yang tersirat melalui pemasangan berbagai bendera parpol.
Bukannya mengundang simpati kebanyakan justru berujung antipati.

Dalam perjalanan pulang suatu senja, saya dapati salah satu atau dua dari tiang2 itu patah dibahu jalan fly over Kampung Melayu, yang terang saja membuat pengendara kendaraan sedikit mengambil jalan ke tengah. Macet tentu saja semakin menjadi.
Dalam perjalanan lainnya di Salemba - Senen tampak seorang bapak-bapak yang tanpa merasa bersalah mencabut pancang tiang bendera yang ada di pinggir jalan lalu melemparnya begitu saja ke tengah jalan, sementara kain bendera dia gunakan mengelap keringat.

Miris.
Ketika mereka berlomba2 mencari pendukung, tampaknya justru lebih banyak yang tidak peduli dengan apa yang mereka lakukan.
Pantas menjadi hal yang umum ketika para petinggi parpol sering terjerat korupsi karena bahkan biaya untuk kepemimpinannya ternyata sudah harus dikeluarkan semenjak 3-4 tahun sebelum dia menjabat.

Padahal kalau mau membuka mata, cara apapun yang mereka gunakan untuk memikat pemilih tidak pernah menjadi pegangan mereka akan mendapatkan banyak suara. Sudah banyak contoh kok, apapun yang mereka berikan akan selalu diterima, tapi apakah kemudian mereka akan dipilih waktu pemilu? siapa yang tahu?

Lalu kenapa masih saja cara-cara murahan dengan berlomba memasang bendera terbanyak di jalan menjadi pilihan utama?
Entahlah, cuma Parpol, penerima 'upeti' pemasangan bendera, sama Tuhan yang tahu jawabannya.
*senyumlebarlebar

Tidak ada komentar:

Posting Komentar