Jumat, Oktober 08, 2010

#just saying

Teman gw menikah tahun lalu,
dari pernikahannya ini, dia memiliki seorang bayi mungil yang lucu,,
tapi baru aja gw tau kalau ternyata bayi ini anak keduanya.Anak pertamanya berasal dari bapak yang sama, tapi dengan kondisi yang berbeda.
..maksud gw..
hamil diluar nikah.

Tadinya antara percaya gak percaya, jaman sekolah temen gw bukan tipe anak yang macem2 dan berani kayak gitu. tapi melihat kemiripan nama dan wajah, gw percaya bahwa kedua anak itu saudara kandung. Dan, yahh hati orang siapa yang tau sih?

Ironisnya adalah, anak pertama ini gak pernah diakui sebagai anak. Sekalipun mereka berdua tinggal dibawah satu atap dengan nenek mereka (teman gw ini sepertinya belom siap mengurus kedua anaknya sendiri di perantauan).
Yang gw sesalkan, kenapa teman gw harus malu mengakui bahwa anak itu adalah anaknya.
Apa dia gak pernah berpikir tentang masa depan anak mereka nanti. Akan lebih memalukan mana dengan perbuatan yang mereka lakukan sebelumnya dibanding dengan berani mengakui, bahwasanya anak itu memang anaknya, dan masalalu itu memang kesalahan mereka? Gw heran kenapa mereka berani berbuat, tapi tidak berani mempertanggungjawabkan perbuatannya. Nafsu aja diumbar-umbar, giliran ditanya nyali gemetar.

Gw cuma kasian sama anaknya. Gak bisa mendapatkan kasih sayang langsung dari ortu, status sosial yang abu-abu, padahal mereka lahir bukan karena keinginan mereka. Gw gak habis pikir dengan orang tua yang tega berbuat seperti itu sm anaknya. Kenapa mereka gak mencoba berpikir dari sisi si anak.Coba aja dibalikkondisinya, seandainya dulu..dilahirkan sebagai anak yang tidak diakui orangtuanya, gimana rasanya??

Semoga teman gw ini cepat disadarkan.
Dan semoga kita semua tidak perlu mengalami kejadian kayak temen gw ini.
Setiap apa-apa yang kita perbuat, akan tetap ada hasilnya, baik ataupun buruk.
Semoga kita semua lebih hati2 lagi dalam bertindak.
amin.


#ngelantur part...entahlah



Tidak ada komentar:

Posting Komentar